Ikan Lele
Ikan lele adalah salah satu jenis ikan air tawar yang
dapat hidup dalam kadar oksigen yang
rendah dan air yang sedikit, tidak seperti ikan pada umumnya. Apabila anda
ingin membudiayakan ikan ini termasuk pilihan yang tepat karena tidak
membutuhkan modal yang banyak dan proses yang begitu rumit. Dibawah ini ada
beberapa cara yang dapat dipelajari jika anda ingin menjadi peternak ikan lele :
baca juga tentang budidaya ikan koi
Cara mudah membudidayakan Ikan Lele
Jika anda baru pertamakali dan ingin membudidayakan ikan lele, saya sarankan tidak usah terlalu
bingung. Bisa dikatakan, bisnis perikanan yang dibisa disebut mudah-mudah
gampang bila dijalankan. Kemudahan tersebut tidak hanya dalam pemeliharannya
saja, namun juga kemudahan dalam penjualannya. Hanya saja, walaupun mudah, kita
sebagai peternak harus memperhatikan beberapa hal yang seharusnya diperhatikan
.
Hal yang harus anda persiapkan untuk awal memulai budidaya
lele yaitu:
Kolam
Kolama adalah faktor utama yang sangat penting dan harus ada. Kolam
juga sangat mempengaruhi akan pertumbuhan dan kesehatan ikan, yang harus diperhatikan
saat pembuatan kolam sebelum siap untuk dimasukkannya bibit ikan lele adalah
Suhu : ikan lele dapat hidup pada
suhu 26 sampai 32 derajat celcius. Jika suhunya terlalu rendah, maka akan
mengganggu proses pencernaan makanan pada ikan lele. Sebaliknya, apabila
suhunya tinggi, pencernaan makanan pada ikan lele akan berlangsung cepat.
Lokasi : Soal syarat lokasi atau
tempat budidaya, tidak ada ketentuan khusus. Ikan lele dapat hidup di segala
tempat, termasuk yang berada di ketinggian 1000 mdpl atau dilokasi perbukitan
yang tinggi sekalipun. Hal yang harus Anda perhatikan benar-benar selain suhu,
yaitu pH. Kondisi tempat harus berada dalam kisaran pH 7-8.
Saat membuat kolam, perlu diperhatikan kedalaman kolam
terutama pada ujung sudut atau bagian tertentu yang kedalamannya lebih dalam
daripada lantai lainnya. Misalnya kolam berkedalaman 1 meter, maka buatlah
disalah satu sudut lebih dalam setengah meter. Jadi lele adalah hewan yang
tidak bisa lama lama terkena panas atau sinar matahari langsung. Maka dari itu
sering kita lihat lele lebih suka ditempat tempat yang airnya keruh. Sinar matahari yang terus menerus menembus
kulit ikan lele, sangat tidak baik untuk kesehatannya.
Kalau Anda sudah selesai membuat
kolam, langkah berikutnya yakni mempersiapkan kondisi kolam sehingga siap
menampung benih ikan lele. Ada dua tahapan yang harus Anda lakukan, yaitu
mengisi air di kolam dan melakukan pemupukan.
Yang pertama, Isilah kolam dengan
air bersih hingga ketinggian kurang lebih 60 cm.
Langkah kedua, siapkan pupuk kandang
yang berasal dari kotoran kambing dan potongan pohon pisang. pupuk
bertujuan untuk menciptakan plangton baru untuk makanan bibit lele. Masuk an
pupuk kedalam dan tambahkan pohon potongan pisang, karena pohon pisang dapat
mepercepat untuk menciptakan plangton. Setelah semua selesai tunggu hingga 3 sampai 4 hari atau lebih agar air
sedikit berlumut. Baru lah bibit ikan leleh siap ditebarkan
Pemilihan Bibit Ikan lele
Pilihlahlah bibit yang bagus mempunyai kriteria seperti Gerakan
yang lincah, berwarna hitam pada umumnya
dan Tidak terkena penyakit (sakit).
kriteria ini sudah dianggap sebagai bibit unggul yang siap untuk ditebarkan kedalam kolom.
Cara penyebaran bibit Ikan lele
Untuk penyebaran bibit, tinggi air pada kolam di usahakan
tidak lebih dari 40 cm, hal tersebut dilakukan untuk memudahkan peternak
memantau ikan, karena perubahan suhu pada air dangkal lebih cepat, hal itu untuk
memudahkan bibit ikan lele beradaptasi pada lingkungan. Pengisian air hingga
penuh, sekitar 70 cm dilakukan setelah ikan lele sudah memiliki panjang tubuh
sekitar 8-10 cm.
Pemberian Pakan Ikan lele
Bibit lele umur/usia 1-4 hari tidak perlu diberi makan,
kerena masih membawa kuning telur sisa penetasan. Untuk jenis makanan bibit
lele ini dapat Anda sediakan plankton dan makhluk renik kecil hasil alami di
kolam.
Pakan bibit lele umur/usia 5-15 hari dapat Anda berikan cacing sutera atau cacing
darah (bloodworm). 2 kali sehari atau bisa tebar di kolam.
Pakan bibit lele umur/usia 15-25 hari kita berikan pelet
berupa tepung atau serbuk.
Pakan bibit lele umur atau usia 25-30 hari kita sediakan
pelet F-1000 jenis pelet yang berukuran agak kecil. Pemberian pagi, siang, dan
malam 3x sehari.
Pakan bibit lele umur /usia 30-40 hari Anda sediakan berupa
pakan jenis pelet F-999.
Cara Pemberian pakan
untuk pelet berjenis mengapung :
Pelet berjenis mengapung sebelum diberikan harus diberi
sedikit air, tempatkan pelet alam wadah an beri sedikit air lalu diaduk secara
merata dan diamkan 20 menit sebelum pakan diberikan. Hal ini tentunya untuk
membuat pelet lebih kenyal dan mudah untuk dikosumsi si ikan lele.
Tebarkan secara merata di keseluruhan kolam, berikan
perlahan agar kita dapat melihat berapa lama ikan-ikan kita menghabiskan pelet
tersebut. Hentikan jika lele sudah lamban menjemput makanan, telihat air tenang
dan lele tidak berebut makanan. Dengan kata lain jangan hentikan penebaran
pakan sebelum semua lele tenang (kenyang).
Cara Pemberian pakan untuk pelet berjenis
tenggelam :
Tebarkan langsung pelet disatu titik, dan itu bertujuan agar
lele mengetahui jika tempat Anda biasa memberi pakan, dan selanjutnya dia akan
menghafal tempat itu. Jangan hentikan pemberian pakan sebelum lele kenyang atau sampai air kelihatan tenang dan tidak
ada ikan yang berebut pakan.
Selain itu adapun Pakan alternatif yang dapat menunjang
pertumbuhan ikan biasanya kuning telur yang ditaruh dalam kain kemudian
masukkan dalam air yang berisi bibit lele. Untuk memacu pertumbuhan badan,
makanan perlu diberikan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas (bergizi),
makanan yang bergizi harus mengandung protein, lemak dan karbohidrat. Protein
bagi tubuh berguna untuk memperbaiki jaringan yang rusak untuk pertumbuhan dan
metabolisme energi. Lemak berfungsi sebagai sumber energi, dan pengantar
penyerapan vitamin. Sedangkan fungsi karbohidrat bagi ikan adalah sebagai
sumber energi selain protein.
Waktu yang tepat dan benar dalam penggantian Air Kolam
Untuk penggantian air bisa dilakukan 2 bulan sekali, atau
setiap pasca panen. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan penyakit pada
kolam, karena kolam yang bau biasanya mengundang banyak penyakit yang tidak baik
untuk kesehatan ikan lele.
Cara Mengganti Air Kolam Lele Yang Benar
1.Sebelum melakukan penggantian air sebaiknya cek kondisi
ikan terlebih dahulu. Untuk mengecek kondisi kesehatan ikan bisa dilihat dari
beberapa gerakan ataupun kumis ikan lele.
2.Waktu penggantian air sebaiknya pagi atau sore hari.
3.Sebelum penggantian air sebaiknya puasakan ikan minimal 12
jam. Misalnya jika kita ingin mengganti air pada waktu sore sebaiknya ikan
jangan diberi makan pada pagi harinya. Hal ini tujuannya agar ikan tidak stres.
Jika lele sudah kita beri makan kemudian kita melakukan penggantian air, lele
akan muntah akibat perubahan suhu dan lele akan mati.
4.Buang air kolam 30-50% dari kondisi air normal kemudian
isi kembali dengan air baru.
5.Setelah penggantian air kolam lele sebaiknya jangan beri
makan lele selama 1×24 jam. Jika dipaksakan lele akan stres, lele akan
mengeluarkan buih-buih seperti busa dan akan mati.
Pengendalian dari Hama Pada Kolam
Untuk masalah hama, sepertinya sudah tahu ya, seperti
biawak, musang, burung, kucing, ular dan sebagainya. Perlu diperhatikan, sangat
sulit untuk mengidentifikasi hama pada kolam tanah. Sebaiknya setelah memulai
membudidayakan ikan lele, anda bisa membuat jaring keliling, bila anda
menggunakna jenis kolam tanah.
baca juga tentang budidaya ikan lele
Saat panen ikan lele
Masa panen lele yang paling bagus itu ketika bobot lele
sekitar 80 sampai 100 gram per ekor, ini untuk lele lokal. Untuk ikan lele
jenis lain ukurannya berbeda beda. Biasanya umur pembudidayaan ikan lele
membutuhkan waktu 3 bulan atau sekitar 90 hari. Agar mendapatkan harga terbaik,
jangan beri makan lele sebelum sehari panen. Artinya biarkan ikan lele memakan
apa yang ada dalam kolam dulu, hal ini bertujuan untuk memudahkan sortasi atau pemilihan ikan lele untuk mendapatkan
harga termahal. Berikut langkah-langkah saat panen ikan lele :
Langkah pertama harus kita lakukan dalam memanen ikan lele
adalah dengan menguras air yang ada di dalam kolam ikan. Jika kolam anda
memiliki lubang pembuangan maka anda dapat langsung membukanya, sehingga air
dapat langsung keluar dari kolam, dan kita hanya tinggal menunggu sampai air di
dalam kolam habis.
Tetapi jika kolam anda tidak memiliki lubang pembuangan,
maka anda dapat menguras air yang ada di dalam kolam dengan cara menggunakan
selang air. Caranya adalah dengan memanfaatkan tenaga gravitasi bumi untuk
menggerakkan air yang bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
Apabila cara tersebuat tidak bisa, apa boleh buat harus menggunakan mesin
penyedot air.
Cara untuk menggunakan selang yaitu pertama anda isi selang
air tersebut dengan air sampai penuh lalu masukkan ujung yang satu ke dalam
kolam, lalu letakkan ujung yang lain ke lokasi pembuangan. Selama ujung selang
yang berada di luar kolam posisinya lebih rendah dari permukaan air, maka air
yang ada di dalam kolam akan keluar dengan sendirinya sampai posisi air yang
ada di dalam kolam dengan muka air yang ada di luar kolam sama tinggi.
Jika air yang ada di dalam kolam sudah selesai dikeluarkan,
maka sekarang waktunya untuk mengambil ikan yang ada di dalam kolam dengan
menggunakan jaring. Lalu kita dapat mulai memilah ikan mana yang ukurannya
sudah cukup untuuk kita ambil dan ikan mana yang masih perlu dikembalikan lagi
ke dalam kolam. Cara ini akan memakan waktu yang cukup lama untuk melakukan
penyortiran, ada cara yang lebih cepat yaitu dengan menggunakan baskom yang
sudah diberi lubang. Lubang dari baskom tersebut memiliki ukuran tertentu,
tergantung kita akan memanen ikan yang ukurannya berapa, ikan yang ukurannya
lebih kecil dari lubang akan keluar melalui lubang tersebut, tetapi yang
ukurannya lebih besar akan tertahan. Sehingga jika kita ingin memanen ikan
ditambah dengan menyortirnya berdasarkan ukuran dan bobot sesuai kriteria yang
diinginkan,karena menggunakan baskom seperti ini akan lebih cepat selesai.
Jika ikan lelenya sudah selesai kita panen semua, maka kolam
yang sudah kita kuras tersebut dapat kita isi kembali, dan ikan yang ukurannya
belum bisa di panen tersebut, dapat kita masukkan kembali ke dalam kolam. Dan
ikan yang sudah masuk dalam kriteria dapat dijual kepada konsumen.
Sumber : ikan piranha

Komentar
Posting Komentar